Minggu, 02 Oktober 2011

2 komentar:

  1. Citra adalah kesan yang timbul karena pemahaman akan suatu kenyataan. Pemahaman yang berasal dari informasi yang tidak lengkap akan menghasilkan citra yang idak sempurna. Banyak orang Amerika dan Eropa -karena kurangnya informasi- tidak mengenal Indonesia. Mereka, meski sudah sering ke Bali tidak tahu bahwa Bali adalah bagian dari Indonesia. Pemolesan citra (yang tidak sesuai faka yang ada) pada dasarnya tidak sesuai dengan hakikat humas itu sendiri. Citra humas yang ideal adalah kesan yang benar, yakni sepenuhnya berdasarkan pengalaman, pengetahuan, serta pemahaman atas kenyataan yang sesungguhnya. Itu berarti citra tidak seyogianya “dipoles agar lebih indah dari warna aslinya”, karena hal itu justru dapat mengacaukannya. Suatu citra yang sesungguhnya bisa dimunculkan kapan saja, termasuk di tengah terjadinya musibah atau sesuatu yang buruk. Caranya adalah dengan menjelaskan secara jujur apa yang menjadi penyebabnya, baik itu informasi yang salah atau suatu perilaku yang keliru.
    Contoh di atas merupakan salah satu bentuk usaha pencitraan yan dilakukan oleh sebuah lembaga melalui media massa. Hal ini bertujuan agar masyarakat tahu tentang lembaga tersebut dan dalam rangka membina hubunghan komunitas yang baik dengan penduduk yang bermukim di Indonesia.

    BalasHapus